When That Day

 

 

 

Title : When That Day? [1/?]

 

Cast :

-Choi Jin Hae (OC)

-Cho Kyuhyun

 

Other Cast :

-Choi Dae Han

-Kim Yoo Jung

-Lee Donghae

 

Genre : Sad Life, Romance, (?)

Rating : 11+

 

Author : Kyo

 

NB : Ini ff hanya sekedar imajinasi, jika ada kata-kata yang menyindir para member super junior, itu hanya untuk memperdalam sifat si cast-nya itu sendiri, dan jangan jadi Plagiat, sorry kalau ada kesamaan cerita, cast, dll, itu karena ketidak sengajaan ya readers ^^ Semoga suka aja..

 

 

-Jinhae POV-

 

Aku, Jinhae, seorang gadis yang pekerjaannya mengamen diseoul, aku sendiri bahkan tidak tahu penyebab kenapa aku bisa jadi seorang pengamen, pekerjaanku sangat sulit, pindah dari bus ke bus, cafe ke cafe, bahkan ada yang sampai menganggapku rendah sehingga saat itu aku hampir direbut keperawanannya oleh orang-orang tidak berguna itu!.

Aku juga punya teman, ani, sahabatku yang tahu benar sifatku seperti apa, Kim Yoo Jung, kami sama-sama berprofesi sebagai pengamen, kami sebenarnya tidak ingin menjadi seorang pengamen, tetapi keadaan yang memaksa ini.

 

“Yaaa Jinhae! Yoo Jung! Mengapa hanya segini setoran kalian? Kalian punya otak tidak sih?! Kalian tidak becus cuman karena hal seperti ini! Aku tidak mau tahu!, besok setoran harus bisa lebih dari ini!! Cmn 343 won(3000 rp klo di indo ^^), kecil sekali! Memang kota apa ini? Zimbabwe? Ini seoul ! dasar gadis-gadis pengecut!”  kata ahjumma itu sambil mendorong kami jatuh.

 

HIKS..HIKS…HIKS.. aku melihat Yoo Jung menangis,  “yoojung-ah gwaenchanna?”  tanyaku sambil mengangkatnya agar dapat berdiri,  “aku sungguh benci ini! Menjadi korban anak yang dibuang, dan berakhir seperti ini, jinjja! Aku sudah tidak kuat dengan semua ini, lebih baik kita mati saja!”  lirih yoo jung didalam isakkannya.

 

“Yoojung-ah, mati itu tidak dapat menyelesaikan masalah, jika kita mati dipanggil Tuhan, itu masih bisa,jungie, kenapa Tuhan masih memberikan kita nafas kehidupan? “ tanyaku pada yoojung yang sudah mulai diam.

 

“molla..” lirihnya, “ karena Dia tahu, kita masih mampu menghadapi semua ini jungie.. jika kau ingin bunuh diri, bukan dosamu yang berkurang, malah bertambah, dan satu lagi, bunuh diri tidak ada gunanya, lebih baik kita hadapi semua kenyataan pahit hidup kita dengan senyuman jungie, dan teruslah berbuat baik.. aku yakin, Tuhan akan membukakan jalan bagi kita, dan Ia tidak pernah meninggalkan kita sendirian jungie.. Dia selalu ada disamping kita, menjaga kita, aish.. aku jadi speechless.. hahah.. kajja, bukannya kita harus bekerja lagi?”  tanyaku mencoba tersenyum.

 

“Ne! Kajja! Hadapilah dengan senyuman!!”  kata Jungie sambil tersenyum.  “chaaa!! Kajja..” ajakku, akhirnya kami keluar dari markas yang menurutku neraka kehidupanku.

 

Kami berjalan menuju halte bus, aku membawa gitar, dan Jungie yang menyanyi.  Bus yang kami tunggu pun datang, aku dan jungie-pun segera naik ke bus.

 

“Agassi, kau ingin mengamen lagi? Lebih baik turun saja,ini menganggu penumpang! “ kami didorong oleh supir itu hingga terjatuh dari tangga untuk naik ke bus.

 

“ARRGH!!”  yoojung jatuh akupun juga, aish, sakit sekali pinggang ini,  “AHJUSSI! KUHARAP HARI INI PENUMPANGMU TIDAK BANYAK!!!” teriak Yoojung, “jungie, geumanhae, kajja, kita cari tempat lain saja.” Kataku sambil menarik tangannya.

 

Kami berjalan, dan sepertinya arah kami ini adalah Taman, mungkin saja kami boleh mengamen disana,  akhirnya kami sampai disini, aku dan yoojung pun siap-siap mengambil tempat dan duduk sambil bernyanyi.

 

“Aish, aku lupa bawa topi, eotteokhae? Ahh! Kau kan bawa topi Jinnie!, lepas topimu!”  kata yoojung,  “shireo! Aku tidak suka rambut panjangku ini mengangguku!”  kataku menolak,  aku bahkan tidak tahu, kenapa rambutku berwarna coklat dan panjang lurus bergelombang diujung.

 

“Ppalihae! Aku sudah lelah berdiri!”  katanya,  akupun dengan terpaksa melepas topiku dan ..

 

BLUSSS..

Angin langsung menerpa rambutku ini, aish, serasa menjadi bintang iklan shampoo saja >.< ,  “wuaa.. rambutmu indah sekali jinnie… “ katanya terperangah,  “aish! Sudah cepat!”  akupun mulai memetik gitarku, dan yoojung menyanyi.

 

Eonjengan i nunmuri meomchugil
Eonjengan i eodumi geodhigo
Ttaseuhan haetsari i nunmureul mallyeojugil

Jichin nae moseubi
Jogeumsshik jigyeoweojineun geol neukkimmyeon
Dabeorigo shipjyo
Himdeulge jikkyeoodeon kkumeul
Gajin geotbodaneun
Bujokhan geoshi neomunado manheun ge
Neukkyeojil ttaemada
Darie himi pullyeoseo na jujeoanjyo

Eonjengan i nunmuri meomchugil
Eonjengan i eodumi geodhigo
Ttaseuhan haetsari i nunmureul mallyeojugil

Gwaenchanheul georago
Nae seuseuroreul wirohamyeo beotineun
Haruharuuga nal jogeumsshik duryeobge mandeulgo OH~
Nareul mideurago oh
Malhamyeonseodo midji mothaneun naneun
Ije eolmana deo
Orae beotil su isseul ji moreugesseoyo

Kidarimyeon eonjengan ogetji
Bami gireodo haeneun tteudeushi
Apeun nae gaseumdo eonjengan da natgetji

Nal ijen dowajugil
Haneuri jebal dowajugil
Na honjaseoman igyeonaegiga
Jeomjeom deo jashini eopseojyeoyo

Eonjengan (eonjengan) i nunmuri meomchugil
Eonjengan i eodumi geodhigo (i eodumi geodhigo)
Ttaseuhan (ttaseuhan) haetsari i nunmureul mallyeojugil
(i nunmureul mallyeojugil)

Kidarimyeon eonjengan ogetji (Someday, Someday)
Bami gireodo haeneun tteudeushi (haeneun tteudeushi)
Apeun nae gaseumdo eonjengan da natgetji
(eonjengan da natgetji i yeah)

Eonjengan..
Eonjengan..

(IU- Someday Dream High OST)

PROKK..PROKK(>.<)

 

“Agassi! Kalian cantik, dan berbakat lagi! yang memegang gitar jadi yeojachinguku saja yaa?”  teriak salah satu cowo dengan seragam SMA-nya, cih! Aku lebih tua darimu bodoh!.

 

Aku hanya memasang muka tidak suka dengan haksaeng tadi itu,  dan kulihat banyak sekali yang memberikan uang kepada kami, huwa! Itu banyak sekali!!.

 

“Jeongmal Gomapseupnida!Gomawo!!” kata kami berdua sambil membungkuk.

 

TUK.. Aku dan Yoojung melihat kearah koin 1 won itu yang ada ditopiku,  “yak! Jika tidak niat memberi kami uang, lebih baik tidak usah !” teriak yoojung,  “cih, suara seperti suara bebek saja bangga, masih untung kuberi segitu, daripada tak sama sekali,  lebih baik kau test saja suara bebekmu itu di Karaoke.”  Kata namja itu meremehkan dan langsung pergi begitu saja.

 

“sombong sekali dia, jika aku tak punya hati sudah kucincang dia..” kata yoojung sambil menginjak-injakkan kakinya di rumput, tapi sepertinya aku merasa pernah melihat mata itu? Dimana? TV? Arrgh.. molla!

 

Kyuhyun POV

 

Kenapa di Korea masih saja ada dengan yang namanya pengamen?! Memang menganggu, dan lihatlah, apa menariknya pengamen sehingga taman ini penuh berkumpul ditempat pengamen itu.

 

TUKK..

Aku memberikan koin 1 wonku kepada kedua yeoja tersebut, dan kulihat ekspresi wajah mereka yang menurutku terlalu aneh?

 

“yak! Jika tidak niat memberi kami uang, lebih baik tidak usah !” teriak yeoja itu, yeoja yang menyanyi tadi.

“cih, suara seperti suara bebek saja bangga, masih untung kuberi segitu, daripada tak sama sekali,  lebih baik kau test suara bebekmu itu di tempat karaoke.”  Kataku datar, akupun langsung pergi dari tempat itu.

 

TBC, jangan lupa RCL ya reader ^^, karena itu bantu banget buat aku ^^

Gomawoo

 

2 thoughts on “When That Day

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s